Melatih anak dengan keterampilan sangatlah penting untuk dilakukan, terlebih lagi pada anak tunagrahita ringan yang memiliki hambatan dalam mengoptimalkan fungsi kecerdasan dan memiliki IQ di bawah anak-anak normal pada umumnya agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya serta hidup mandiri.

Pengertian Keterampilan

Keterampilan merupakan kemampuan anak dalam mempraktekkan atau melakukan suatu hal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Sejalan dengan hal tersebut, menurut Widiastuti (2010:49) bahwa “Keterampilan (skill) merupakan kemampuan untuk mengoperasikan pekerjaan secara mudah dan cermat”.

Mengacu pada pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan adalah proses mengembangkan kemampuan anak, baik itu anak normal pada umumnya ataupun anak tunagrahita ringan untuk melakukan atau mempraktekkan suatu pekerjaan secara cermat agar memperoleh kemandirian sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Mumpuniarti (2007:28) menyatakan bahwa “anak tunagrahita ringan perlu ditekankan pada program untuk kemandirian dan bekerja di lingkungan sosialnya yaitu dengan keterampilan menolong diri sendiri (self-help skills) dan keterampilan kejuruan (vocational skills)”.

Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat disimpulkan bahwa keterampilan bagi anak tunagrahita ringan adalah kemampuan untuk melakukan suatu pekerjaan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari seperti kemampuan dalam membina diri dan juga keterampilan tertentu yang dapat dijadikan sebagai bekal hidup mandiri.

Pembelajaran keterampilan bagi anak tunagrahita ringan haruslah disesuaikan dengan tingkat kemampuan, kebutuhan, karakteristik, tahap demi tahap, dari yang mudah ke yang sulit atau semakin meningkat taraf kesulitannya, tidak terlalu banyak atau dapat dipecah-pecah dengan mengusahakan perkembangan kemampuan yang masih ada pada anak seoptimal mungkin.

Tujuan Keterampilan

Anak tunagrahita ringan memiliki keterbatasan dalam kemampuan berfikir dan mengalami kesulitan untuk pengembangan dirinya terutama yang berhubungan dengan kemampuan kognitifnya. Akibat kondisi itu anak tunagrahita ringan tidak dapat mencapai prestasi yang maksimal dalam bidang akademik, sehingga untuk mengembangkan anak tunagrahita ringan adalah melalui bidang keterampilan. Keterampilan diberikan pada anak agar dapat hidup mandiri. Untuk mencapai target tersebut maka dalam pembelajaran yang dilakukan harus mendekati dalam usaha memandirikan anak tunagrahita. Berbagai bidang keterampilan yang diajarkan bagi anak tunagrahita meliputi tata boga, tata busana busana dan keterampilan lainnya yang dilaksanakan sebagai upaya nyata untuk mencapai tujuan.

Tujuan keterampilan bagi anak tunagrahita menurut Mainord (1978) dalam Astati (2001:16) bahwa: “Tujuan pendidikan keterampilan bagi anak tunagrahita ringan adalah untuk mengembangkan keterampilan dan mengadaptasikannya pada suatu pekerjaan”.

Mengacu pada beberapa pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan keterampilan bertujuan untuk mengembangkan kecakapan atau keterampilan anak tunagrahita, sesuai dengan potensi yang dimilikinya agar dapat diadaptasikan pada suatu pekerjaan. Dengan keterampilan yang dimilikinya diharapkan pada saat dewasa anak dapat hidup mandiri dimasyarakat.

Fungsi Keterampilan

Fungsi pendidikan keterampilan adalah sebagai alat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak secara optimal. Hal tersebut sejalan dengan Martono (2007:2-3) yang mengemukakan fungsi pendidikan keterampilan adalah “agar anak mampu mengembangkan keterampilan membuat produk kerajinan, memiliki rasa estetika dan apresiasi terhadap produk kerajinan, pemanfaatan teknologi bersifat profesional dan kewirausahaan”.

Berdasarkan keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan keterampilan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan anak dalam keterampilan tertentu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Pendidikan keterampilan bagi anak tunagrahita dapat memberikan apresiasi kepada anak sebagai bekal untuk meningkatkan pengetahuan, pembentukan pengalaman estetika, pengembangan kreatifitas dan keterampilan dalam mengaktualisasikan gagasan sesuai dengan kemampuan anak tunagrahita tersebut agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari serta tidak selalu bergantung pada orang lain.

Ruang Lingkup Keterampilan

Ruang lingkup keterampilan merupakan cakupan atau batasan kegiatan yang harus dilakukan dalam kegiatan belajar mengajar. Ruang lingkup pendidikan keterampilan menurut Depdiknas, (2006:102), bahwa “pendidikan keterampilan mencakup segala aspek kecakapan hidup (life skill) yang meliputi keterampilan personel, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan keterampilan akademik”.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup pendidikan keterampilan termasuk diantaranya ruang lingkup keterampilan anak tunagrahita meliputi keterampilan personel, sosial, vokasional dan keterampilan akademik. Ruang lingkup keterampilan menurut Kurikulum Nasional Tahun 2013 dikelompokkan menjadi 20, yaitu : a. Tata Boga b. Tata Busana c. Tata Kecantikan d. Pijat (Massage) e. Tata Graha f. Teknik Informatika dan Komputer g. Teknik Penyiaran Radio h. Perbengkelan Motor i. Seni Musik j. Seni Tari k. Seni Lukis l. Cetak Saring/Sablon m. Souvenir n. Seni Membatik o. Desain Grafis p. Fotograpi q. Elektronika Alat Rumah Tangga r. Budidaya Perikanan s. Budidaya Peternakan t. Budidaya Tanaman

Mohon luangkan waktu untuk share halaman ini di media sosial, agar kami lebih semangat untuk mengupdate konten setiap hari, satu share anda sangat berharga buat kami. Terima Kasih...
Revisi isi halaman ini dengan tombol edit dibawah, apabila menurut anda ada yang keliru, ada yang perlu ditambahkan atau hal lainnya, dengan tujuan agar isi konten lebih baik lagi. Edit