Istilah Profitabilitas

Profitabilitas dinyatakan antara lain dalam angka laba sebelum atau sesudah pajak, laba investasi, pendapatan per saham, dan laba penjualan.

Definisi Profitabilitas Menurut Para Ahli

  1. Menurut I Made Sudana (2011:22) Profitabilitas adalah “kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dengan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki seperti aktiva, modal atau penjualan perusahaan”.

  2. Menurut Munawir (2007:33) mengemukakan bahwa “profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba”.
  3. Menurut Lukaman Syamsudin (2007:59) mengemukakan “beberapa pengukuran terhadap profitabilitas mengevaluasi earning dalam hubungannya dengan volume penjualan, total aktiva dan modal sendiri. Jumlah laba bersih kerap dibandingkan dengan ukuran kegiatan atau kondisi keuangan lainnya seperti penjualan, aktiva, ekuitas pemegang saham untuk menilai kinerja sebagai suatu persentase dari beberapa tingkat aktivitas atau investasi. Penelitian kali ini profitabilitas di ukur dengan menggunakan net profit margin”.

Rasio profitabilitas

Pada dasarnya perusahaan untuk memperoleh laba dan menjaga kontinuitas usaha guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan serta mengembangkannya dimasa yang akan datang. Didalam usaha memajukan perusahaan, maka bagi seseorang manajer dituntut harus mampu mengarahkan sedemikian rupa agar tujuan yang akan dicapai perusahaan dapat terwujud khususnya dalam hal peningkatan profitabilitasnya.

Menurut Martono & Hartijo (2007:76) jenis-jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah:

1. Margin Laba (profit margin)

Margin laba adalah rasio yang membandingkan laba bersih setelah pajak dengan penjualan bersih. Margin laba kotor menunjukkan laba yang relatif terhadap perusahaan. Sedangkan, margin laba bersih merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dibandingkan dengan penjualan.

Untuk menghitung margin laba, digunakan dua persamaan sebagai berikut:

1) Margin laba kotor (Gross profit margin) :

GPM = Penjualan − Harga pokok penjualan : Penjualan

2) Margin laba bersih (Net profit margin) :

NPM = Laba setelah Bunga dan Pajak : Penjualan bersih

2. Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan.

Rumus untuk mencari pengembalian atas aset (ROA) dapat digunakan sebagai berikut:

ROA = Laba setelah Bunga dan Pajak : Total Aktiva

Atau dapat pula dihitung dengan menggunakan pendekatan Du Pont sebagai berikut:

ROA = Margin laba bersih × Perputaran total aktiva

3. Return on Equity (ROE)

Tingkat pengembalian atas ekuitas (ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasionya, maka semakin baik/kuat posisi pemilik perusahaan.

Formula untuk mencari return on equity yang digunakan oleh perusahaan adalah:

ROE = Laba setelah Bunga dan Pajak : Ekuitas

Atau dapat pula dihitung dengan menggunakan pendekatan Du Pont sebagai berikut:

ROE = Margin laba bersih × Perputaran total aktiva × Pengganda Ekuitas

Mohon luangkan waktu untuk share halaman ini di media sosial, agar kami lebih semangat untuk mengupdate konten setiap hari, satu share anda sangat berharga buat kami. Terima Kasih...
Revisi isi halaman ini dengan tombol edit dibawah, apabila menurut anda ada yang keliru, ada yang perlu ditambahkan atau hal lainnya, dengan tujuan agar isi konten lebih baik lagi. Edit