Psikologi pembelajaran berasal dari kata “psikologi” dan “pembelajaran”. Psikologi didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkah laku dan proses mental organisme. Dengan demikian, ada tiga gagasan utama dalam definisi ini yaitu : ‘saintifik’, ‘tingkah laku’, ‘proses mental’.

Saintifik

Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan data yang dikumpulkan mengikuti prosedur yang sistematik yaitu dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Nyatakan masalah dan tentukan hipotesis yang hendak dikaji
  2. Reka bentuk kajian dan tentukan teknik pengumpulan data
  3. Pengumpulan data dan melakukan analisis data
  4. Melaporkan penemuan untuk memastikan apakah hipotesis yang telah dirumuskan dapat dibuktikan

Tingkah Laku

Tingkah laku adalah aktivitas apa saja yang dapat diperhatikan, dicatat dan diukur. Tingkah laku juga dapat diperhatikan apabila individu menyebut atau menulis sesuatu. Misalnya, catatan seorang tentang ketakutannya atau sikapnya sesungguhnya juga merupakan tingkah laku orang yang bersangkutan.

Proses Mental

Proses mental mencakup segala proses yang terlibat dengan pemikiran, ingatan, pembelajaran, sikap, emosi, dan sejenisnya. Inilah yang menjadi perhatian para ahli psikologi, namun perlu ditegaskan di sini bahwa proses-proses itu tidak mudah dilihat sehingga tidak mudah pula dalam mencatat dan mengukurnya secara tepat. Oleh sebab itu, pada tahun 60-an, ahli-ahli psikologi enggan menerima kajian mengenai proses-proses ini karena sulit dijalankan secara saintik. Bagaimana pun paradigma telah berubah dan dengan kaedah-kaedah baru, kajian mengenai proses-proses mental itu tetap diterima sebagai psikologi.

Pembelajaran

Secara umum pembelajaran merupakan suatu proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman individu yang bersangkutan. Dalam proses pembelajaran tidak hanya melibatkan penguasaan fakta atau konsep sesuatu bidang ilmu saja, tetapi juga melibatkan perasaan-perasaan yang berkaitan dengan emosi, kasih sayang, benci, hasrat, dan kerohanian. Pembelajaran tidak terbatas pada apa yang kita rancangkan saja, tetapi juga melibatkan pengalaman yang di luar kesadaran kita, seperti peristiwa kemalangan atau seorang yang jatuh cinta pada pandangan pertama.

Dikutip dari wikipedia, Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.[1] Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat dalam perubahan yang terjadi, tetapi tidak pembelajaran itu sendiri.[2] Konsep tersebut adalah teoretis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati.

Kesimpulan

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan “Psikologi Pembelajaran” adalah ilmu yang mengkaji mengapa, bilamana, dan bagaimana proses pembelajaran berlangsung sebagai suatu organisme. Semua organisme mempunyai kapasitas untuk belajar selagi organisme itu mempunyai otak. Tumpuan perhatian ahli Psikologi Pembelajaran adalah mengkaji mengapa, bilamana, dan bagaimana proses pembelajaran berlaku.

Mohon luangkan waktu untuk share halaman ini di media sosial, agar kami lebih semangat untuk mengupdate konten setiap hari, satu share anda sangat berharga buat kami. Terima Kasih...
Revisi isi halaman ini dengan tombol edit dibawah, apabila menurut anda ada yang keliru, ada yang perlu ditambahkan atau hal lainnya, dengan tujuan agar isi konten lebih baik lagi. Edit